EXPLAIN Ekonomi

Kenapa Rupiah Melemah?

Nilai tukar Rupiah beberapa kali menyentuh level terlemahnya dalam sejarah. Ini kombinasi faktor eksternal dan domestik di baliknya.

Apa yang terjadi?

Sepanjang 2026, Rupiah beberapa kali tertekan tajam terhadap dolar AS, bahkan sempat menembus level Rp18.000-an per dolar โ€” level terlemah sejak krisis 1998 โ€” sebelum Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk membantu menstabilkannya.

Kenapa ini terjadi?

Dari sisi eksternal: ketegangan geopolitik (termasuk konflik di Timur Tengah) mendorong investor global memburu aset "safe haven" seperti dolar AS, indeks dolar AS (DXY) yang menguat, suku bunga global yang bertahan tinggi lebih lama, serta aksi jual investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang memicu permintaan valas untuk repatriasi dana.

Dari sisi domestik: kekhawatiran pasar terhadap pelebaran defisit APBN turut jadi sentimen negatif. Sejumlah ekonom bahkan menilai pelemahan Rupiah dalam jangka panjang bukan cuma soal faktor eksternal, tapi juga mencerminkan persoalan struktural ekonomi domestik โ€” terlihat dari perbandingan pelemahan mata uang Rupiah yang lebih dalam dibanding mata uang negara ASEAN lain dalam 10-20 tahun terakhir.

Apa dampaknya?

Rupiah yang melemah membuat barang impor (termasuk bahan baku industri) jadi lebih mahal, meningkatkan biaya perjalanan ke luar negeri, dan berpotensi menekan daya beli masyarakat lewat harga barang yang terdorong naik.

Apa yang dilakukan Bank Indonesia?

BI merespons dengan menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga daya tarik aset Rupiah bagi investor, di samping melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing untuk meredam volatilitas.

Sumber: Katadata.co.id, Pegadaian.co.id, CNBC Indonesia (kolom opini Muhammad Syarkawi Rauf), Bisnis.com, Akurat.co, Kompas.id.