Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wow! properti masih jadi investasi prospektif di tahun kelinci air


Siger.id - Datangnya tahun baru tentu memunculkan sejumlah prediksi dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan analis pasar, praktisi, ahli keuangan, hingga pakar astrologi China atau ahli Feng-Shui, yang biasanya akan diminta pendapat tentang beragam hal, baik sektor keuangan, bisnis, perdagangan, pariwisata, olah raga, maupun otomotif, termasuk properti investasi.

Seperti diketahui, tahun 2023 ini disebut pula sebagai tahun kelinci air, yang kemudian memantik sejumlah prediksi yang didasarkan atas berbagai bidang keilmuan, termasuk tren global.

Berikut ini, adalah rangkuman pendapata berbagai ahli terkait dengan prospek bisnis properti di tahun 2021 atau disebut pula sebagai tahun Kerbau Logam, yang dikutip dari berbagai sumber.

Bila Anda berniat untuk terjun di bisnis properti, rasanya Anda perlu menyimak rangkumannya berikut ini.

CNN Indonesia

Dikutip dari berbagai sumber di tanah air, salah satunya CNN Indonesia, sektor properti dianggap masih menjadi salah satu magnet yang akan menghasilkan perputaran uang.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute (JPI) Wendy Haryanto yang menilai prospek investasi di bidang properti masih cukup menantang di tahun 2023.

Tentu saja, properti komersial seperti mal dan pusat perbelanjaan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bangkit, setelah terkena dan masih dalam cengkraman pandemi Covid-19 di Indonesia, yang di awal Januari ini malah cenderung meningkat jumlah pasien positifnya.

Berbanding terbalik dengan sektor properti komersil, jenis properti rumah tinggal tunggal, atau single housing atau apartemen, baik untuk kelas menengah maupun kelas menengah bawah permintaannya cukup tinggi.

Namun, untuk menangkap momentum tersebut, pemerintah perlu memberikan kebijakan berupa stimulus atau kompensasi terhadap Kofisien Lantai Bangunan (KLB) yang lebih tinggi bagi setiap pembangunan apartemen demi sektor properti single housing dapat terus bergairah.

Stimulus lainnya selain KLB, yaitu bunga kredit dan kemudahan dalam perizinan, seperti Siteplan, AMDAL, maupun IMB. Hal tersebut agar pembangunan apartemen yang notabene merupakan single housing, dapat selesai dengan cepat, sehingga harganya pun tidak melambung tinggi sehingga dapat terbeli oleh masyarakat berbagai lapisan.

Detik Finance

Sementara dikutip dari sumber lain, yakni Detik Finance, menurut Perencana Keuangan, Andy Nugroho dari Advisors Alliance Group Indonesia menyampaikan bahwa pandemi ini telah menyebabkan harga properti turun sehingga dapat menjadi peluang bagi investor yang ingin melakukan investasi di sektor properti.

Menurutnya, dalam jangka pendek, sektor properti yang bergairah adalah yang memiliki harga jual dibawah Rp 500 juta, yang biasanya diincar oleh orang-orang yang mencari rumah pertama, maupun untuk disewakan.

Tentu banyak masyarakat yang terdampak dengan adanya pandemi, seperti gagal bayar cicilan atas rumah maupun apartemen yang kemudian menghempaskannya pada hilangnya properti, pada gilirannya properti tersebut dilelang oleh bank pemberi kredit.

Membeli properti gagal bayar dari pihak bank tersebut tentu menjadi sebuah peluang bagi Anda untuk melakukan investasi di sektor properti.

Kontan

Sumber lainnya lagi, yaitu Kontan menyebutkan mengenai hasil analisis Suhu Benny berdasarkan astrologi China tahun 2023 yang merupakan tahun Kelinci Air, bahwa ada beberapa sektor bisnis yang prospeknya tokcer, salah satunya yaitu sektor kesehatan, terlebih pandemi nampaknya masih belum berakhir meski sudah berganti tahun.

Bagaimana dengan sektor properti? Menurutnya, prospek bisnis properti sebenarnya cukup menarik, namun Suhu Benny mengingatkan bahwa di sektor ini banyak jebakan, karenanya dari awal tahun sampai dengan Juli 2021 akan banyak pemain di sektor ini yang bangkrut, sehingga harus hati-hati bila Anda di tahun ini mulai mengepakkan sayap investasi di bisnis properti.

CNBC Indonesia

Sementara menurut Suhu Yo, seorang praktisi dan ahli Feng Shui, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, tahun 2022 adalah tahun kesakitan, kematian, maka tahun 2023 adalah tahun kebangkitan para pengusaha.

Prediksinya, sejumlah sektor akan berpotensi kembali bangkit di tahun kerbau logam, sektor komoditas seperti emas, nikel, timah akan meningkat, termasuk saham juga diprediksi akan menembus IHSG 7.000 di tahun 2022 ini.

Namun, tidak hanya yang berbau logam saja yang memiliki potensi, sektor yang berhubungan dengan tanah, seperti perkebunan, atau hasil bumi, maupun pertanian juga akan kembali meningkat.

Sama halnya dengan sektor properti yang memanfaatkan tanah, di tahun 2022, masih menurut Suhu Yo, bisnis properti juga diprediksi akan mengalami peningkatan, meski di tahun 2021 cukup tertekan dikarenakan adanya pandemi yang mengharuskan adanya pembatasan sosial.

Penutup

Itulah ulasan atau rangkuman pendapat dari para ahli mengenai sektor properti akan seperti apa di tahun 2023.

Bagi Anda yang saat ini berniat ingin berinvestasi di bisnis properti, baik investasi rumah maupun investasi apartemen di tahun 2022 ini, maka rangkuman pendapat para ahli diatas dapat Anda jadikan sebagai acuan, namun tetap harus dengan kehati-hatian, pasalnya pandemi Covid-19 yang diprediksi berakhir di awal tahun ini, nyatanya malah menunjukkan tren meningkat.

Selamat berinvestasi di sektor properti, dan kami tunggu kabar kesuksesan Anda di tahun Kelinci Air.

Posting Komentar untuk "Wow! properti masih jadi investasi prospektif di tahun kelinci air"