Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

8+ langkah investasi saham untuk pemula agar cepat cuan


Siger.id
– Tak bisa dipungkiri kalau sekarang ini banyak orang ingin memulai investasi saham, akan tetapi masih belum pada tahu caranya. 

Biasanya yang pertama kali selalu dipikirkan adalah modal. Benar kan? hehe.

Karena selalu mengkhawatirkan modal investasi saham yang besar, jadi takut untuk melakukannya. Yang akhirnya malah menjadi wacana saja, investasi pun tak kunjung terealisasikan. 

Perlu kamu ketahui, zaman sekarang investasi tak perlu mengeluarkan banyak modal atau uang besar. Cukup dengan uang Rp10.000, Kamu sudah bisa memulai investasi saham. 

Loh, emang bisa? Tentu, bisa dong!

Aplikasi untuk belajar investasi saham pun kini sudah banyak. Misalnya aplikasi Bibit. 

Namun, sebelum memulai investasi saham, Kamu harus tau tips investasi saham yang benar agar cepat cuan. 

Tips Investasi Saham Untuk Pemula 

Berikut cara investasi saham untuk pemula yang sudah kami rangkum dari beberapa sumber.

1. Kenali dulu apa itu investasi saham 

Investasi saham adalah penanaman modal dalam bentuk penyertaan sejumlah dana oleh seseorang atau badan usaha yang mana melalui instrumen tersebut mereka memiliki klaim atas aset dan penghasilan perusahaan serta berhak menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dengan membeli saham perusahaan, kamu menjadi pemilik perusahaan tersebut. Investasi saham termasuk investasi high risk, high return. Dalam langkah memulai investasi saham, kamu harus tahu keuntungan dan risiko investasi saham. 

Jadi, tidak hanya tergiur keuntungannya saja, seperti dividen dan capital gain. Karena, di balik manisnya investasi saham, ada risiko yang besar yang bisa membuat uangmu habis dalam waktu sekejap, diantaranya risiko likuidasi, capital loss, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui bahwa, bursa saham itu tak ada ampun untuk orang yang tidak mau belajar. Mencari informasi dan memperdalam wawasan mengenai seluk beluk investasi saham adalah mutlak bagi calon investor.

2. Memilih sekuritas terpercaya 

Sekarang ini, banyak platform investasi saham online yang bisa ditemukan dengan mudah dari perusahaan sekuritas. Pastikan kamu memilih sekuritas terpercaya yang merupakan anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Kemudian, telusuri juga rekam jejaknya agar kamu aman dan nyaman berinvestasi. Dengan begitu, kamu tidak terjerat investasi di perusahaan bodong. Tidak mau kan modalmu hilang begitu saja akibat mempercayakan uang di sekuritas abal-abal?

3. Cari perusahaan untung 

Tips investasi saham selanjutnya yaitu cari perusahaan untung. Maksudnya, pilihlah emiten yang memiliki pertumbuhan laba positif. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan kestabilan pendapatan dan laba emiten, dengan melihat data selama 10 tahun terakhir. 

Kamu juga harus memperhatikan pos arus kas dan aktivitas operasional. Jika kamu menemukan angka arus kas dekat dengan net income, maka dapat dikatakan perusahaan tersebut baik.

4. Membeli saham yang kamu kenal 

Tips investasi saham selanjutnya yaitu Belilah saham yang kamu kenal dan kamu ketahui. Mulai dari siapa pemiliknya, bagaimana kredibilitas dan rekam jejaknya, neraca keuangannya seperti; laba rugi dan arus kas, valuasinya, prospek dan proyeksinya ke depan. 

Dengan cara ini, kamu dalam berinvestasi saham akan memberi hasil seperti yang diharapkan, sebab kamu tidak membeli saham seperti kucing dalam karung. 

Disarankan bagi investor pemula membeli saham blue chip agar investasi saham aman. Saham blue chip adalah saham perusahaan dengan reputasi tinggi, pemimpin pasar di industrinya, mencatat pendapatan yang stabil, serta rajin bagi-bagi dividen.

5. Nilai ROE di atas bunga kredit bank 

Nah, ini juga penting. Pilihlah saham yang mempunyai nilai Return on Equitydengan (ROE) di atas bunga bank. Misalnya jika bunga kredit dari bank 11 persen, maka ROE saham yang dipilih harusnya lebih tinggi dari itu.

6. Rasio Debt to Equity Ratio (DER) 

Tips investasi saham selanjutnya yaitu Rasion DER. Walaupun hampir 90 persen dari emiten pasti memiliki piutang, namun jumlah dan rasio utang atau debt to equity ratio (DER) harus diperhatikan. 

Karena, pada dasarnya cara ini sama dengan investasi saham ala syariah, di mana kamu tidak memiliki emiten dengan utang tinggi atau rasio utang lebih dari terhadap ekuitas data 2x.

7. Pelajari cara membaca grafik saham 

Selain belajar analisis fundamental, seperti membaca laporan keuangan, kamu juga harus mempelajari analisis teknikal, seperti membaca grafik saham. 

Menggunakan pergerakan saham pada rentang waktu tertentu, termasuk harga dan fluktuasi, serta informasi titik tertinggi dan terendah saham. 

Membaca grafik saham dapat membantu investor atau trader untuk mengambil keputusan trading saham. Apakah harus buy, sell, atau hold.

8. Rajin memantau pergerakan harga saham 

Investasi saham termasuk investasi yang berisiko tinggi. Maka dari itu, harga saham terlalu fluktuatif. Pergerakan naik turunnya sangat cepat. Jika kurang pemahaman tentang investasi saham, jual beli saham, sampai tidak menguasai pengelolaan risikonya secara tepat, kamu bisa mengalami rugi besar. 

Jadi, alangkah baiknya kamu harus selalu pantau pergerakan harga saham setiap saat. Karena, beberapa faktor penyebab volatilitas harga saham, yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor internal di antaranya, aksi korporasi perusahaan, fundamental perusahaan, kinerja perusahaan. Sedangkan faktor eksternal, yaitu ekonomi makro suatu negara, kurs rupiah, panic attack, kebijakan pemerintah, maupun kemunculan bandar saham.

9. Sering diperdagangkan 

Kamu bisa memilih emiten yang tergolong LQ45, atau saham-saham aktif. Saham-saham emiten berkapitalisasi pasar besar atau blue chip biasanya direkomendasikan.

Itulah tadi tips investasi saham yang wajib diketahui investor pemula. Semoga tips yang kami berikan bisa menjadi referensi yang bermanfaat untuk kamu para investor maupun para pembaca.

Posting Komentar untuk "8+ langkah investasi saham untuk pemula agar cepat cuan"